Berdasarkan pengalaman Pendiri CV. Koma Jaya, agar menjadi motivasi bagi para UMKM di Indonesia.

  • Pemikiran Pertama

    Di awal tahun 2017, sambil bekerja, sambil membuat dokumen yang diperlukan untuk mendirikan sebuah badan usaha.
    Melelahkan memang, tetapi tekad sudah bulat, pokoknya mau buka usaha sendiri, apapun yang dihadapi, omongan apapun yang didengar, karena pada saat itu membuat badan usaha agak ribet ijinnya, makan waktu juga jika mengurus sendiri, dan ada sanksi administrasinya jika telat lapor pajak, dan lain-lain, tetapi namanya tekad sudah bulat tetap maju terus berjalan ke depan.

  • Latar Belakang Pemikiran

    Apakah saya harus terus-terusan bekerja dengan gaji sebatas UMP (Upah Minimum Provinsi). Memang setiap tahun UMP pasti naik, tetapi kan pasti akan diikuti dengan naiknya harga-harga, sama saja tidak ada kemajuan penghasilan kalau begitu. Belum lagi di dunia kerja dituntut harus tahan banting, kuat mental, pintar jadi bunglon, dan sebagainya. Loh, kenapa bukan skill ya yang dibutuhkan di tempat kerja, tetapi seperti kemampuan untuk beradaptasi yang diutamakan ? Ya begitulah di dunia pekerjaan, kalian tidak perlu kaget dan terheran-heran kalau bertemu orang bermuka dua, cari muka, tukang lapor, bahkan penjilat juga ada, tujuannya hanya 1 (satu), yaitu supaya saingannya bisa dijatuhkan, sehingga posisi saingannya digeser dan dirinya mendapat pujian dari Atasan lalu dipromosikan menggantikan saingannya itu. Bosan sekali dengan lingkungan kerja seperti ini, setiap kali pindah kerja, pasti kurang lebih sama situasi dan kondisinya, cuma beda tipe kasusnya saja. Sudah fisik lelah, pergi dan pulang kerja tidak bertemu matahari, karena harus berangkat pagi buta supaya tidak terjebak macet, pulang kerja macet lagi, tua di jalan, membuat emosi jika kesenggol di jalan, apalagi kalau sedang macet, manalagi harus berdesak-desakan di bus way dan kereta api, belum lagi kena kecopetan.

    Ya, seperti itulah rutinitas setiap harinya, bisa dibayangkan kan ?
    Inilah yang menjadi pemikiran saya waktu itu. Usaha sendiri selain waktu bisa diatur sendiri, juga untuk masa depan, karena tidak memikirkan lagi ketika pensiun akan usaha apa nanti, apakah harus tergantung dari pemberian orang. Dan terlebih lagi usaha sendiri ini bisa diwariskan.

  • Tindak Lanjut 50%

    Seiring berjalannya waktu, akhirnya jadilah izin badan usaha, ini memakan waktu hampir 2 (dua) tahun, waktu yang tidak sebentar ya, tetapi hasilnya memuaskan, karena usaha yang akan dijalankan resmi dan bisa lebih leluasa bergerak. Pada tahun 2019 ini saya masih bekerja, tetapi di waktu senggang jika pekerjaan sudah selesai dan tidak ada pekerjaan lagi saya mengerjakan usaha saya seperti membuat website, menawarkan produk lewat email dan whatsapp yang ada di kontak saya. Karena sambilan, jadi tidak fokus dan usaha pun berjalan lambat.
    Pemikiran dan perencanaan akan fokus memulai usaha di tahun 2020 sudah ada, dimulai dari usaha Kuliner terlebih dahulu di pertengahan bulan Juni 2020, dan rencana ini dibuat waktu itu saya masih belum tahu akan ada pandemic Covid-19.

    O ya, seorang pebisnis dan pengusaha harus mempunyai multi talenta, karena bukan keahlian (skill) saja yang harus dimiliki tetapi dibutuhkan juga kemampuan penjualannya, minimal jiwa marketing ini yang harus ada, jadi seperti penggabungan antara otak kiri dan kanan, ini wajib, hal ini bisa diperoleh dari pengembangan diri sendiri dan kemauan untuk belajar.

  • Kejadian Tak Terduga

    Di akhir Februari 2020, kasus Covid-19 di Wuhan sangat menghebohkan, tetapi masih tenang, karena belum ke Indonesia. Awal Maret 2020, pemerintah Indonesia mengumumkan pasien pertama dan kedua Covid-19, berita mengagetkan yang kita tidak ingin dengar sama sekali ini membuat kasus terpapar Covid-19 meledak, alhasil pada akhir Maret 2020 saya diberhentikan dari tempat pekerjaan dengan alasan Covid-19 ini.

    Karena mempunyai pegangan, yaitu usaha sendiri berita PHK ini tidak membuat saya terlalu panik, ya tinggal jalankan full time dan fokus ke usaha sendiri. Tetapi apakah bisa di tengah pandemic usaha dijalankan, terlebih usaha yang akan dimulai lebih dahulu adalah Kuliner, di mana bisnis Kuliner di Indonesia hampir mati semua. Kita bisa lihat perusahaan Kuliner yang besar-besar, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di luar negeri, bagaimana nasib mereka. Rasa putus asa ada, pikiran yang bingung, apa dan bagaimana harus memulai, ditambah lagi modal pas-pasan, dapat pesangon cuma 1 (satu) bulan gaji, padahal seharusnya menurut undang-undang yang ada minimal dapat 3 (tiga) bulan gaji, ini pun didapat setelah pemutusan hubungan kerja jadi tidak bisa komplain apa-apa lagi.

  • Tindak Lanjut 100%

    Kemudian saya mendengar ada program Prakerja, program dari pemerintah Indonesia yang memberikan bantuan insentif dan modal belajar untuk karyawan yang terkena PHK karena Covid-19 agar memiliki skill dan bisa berkompetisi di dunia kerja dan bisnis. Pada awal pendaftaran tidak lolos, tetapi terus berusaha dengan mendaftar, akhirnya diterima di gelombang ke-4 (empat).

    Banyak sekali platform belajar online, karena modal yang diberikan terbatas, jadi saya harus dapat membeli pelatihan dengan cermat dan yang sesuai dengan usaha saya, akhirnya tertuju ke Skill Academy untuk internet marketing dan digital yang sekarang lagi gencar-gencarnya dan Mau Belajar Apa untuk bisnis kuliner saya.

    Setelah mengikuti pelatihan, barulah ada sedikit pencerahan, sambil dipelajari lagi berulang-ulang kemudian dipraktekkan, hasilnya ide-ide baru bermunculan, padahal sebelumnya bingung mau melakukan apa, tidak ada ide dan lebih banyak berdiam di rumah tanpa ada pemikiran terbuka. Semangat langsung muncul, jika orang lain bisa mengapa saya tidak ? Mulailah ide-ide baru tersebut dijalankan, mulai dari internet, online, delivery food, marketplace, e-commerce, dan medsos: Facebook, Instagram, Twitter, Pinterest atau media sosial lain yang bisa dibuat.

  • Akhir Kata

    Terima kasih sekali kepada para Instruktur dan Pengajar yang tidak hanya mau membagi ilmu dengan sungguh hati tetapi juga memotivasi kami yang ikut pelatihan, terutama kepada pemerintah Indonesia, dengan adanya program Prakerja kami sangat terbantu.
    Ketika ada Ikut Lomba Blog 2020 Masterweb dengan tema Bangkitnya Semangat UMKM Indonesia, saya jadi tertarik ingin mengikuti, selain untuk melatih writing saya, juga untuk memberikan semangat bagi yang lainnya. Ya, dalam keadaan sekarang, mau apa kalau tidak berusaha.

    Kerennya lagi, orang yang berusaha disebut Pengusaha, di samping bisa membantu ekonomi di lingkungan setempat, juga meningkatkan “prestise”, lebih baik menjadi Bos di perusahaan kecil daripada jadi “Assistant” di perusahaan besar dan lebih baik berusaha daripada jadi Pengangguran.

    Demikian sharing ini, semoga dapat memotivasi juga bagi para UMKM di Indonesia yang saat ini sedang berjuang di tengah pandemic, jangan sampai putus asa sehingga menjadi lemah semangat dan dikalahkan oleh Covid-19, tetapi kitalah yang harus mengalahkan Covid-19 dengan tetap bergerak, maju dan terus maju!

    Karena di mana ada usaha, pasti ada jalan.